Al-Hira Scout di ITA JAMNAS XII 2026: Bertumbuh dalam Tantangan, Bersatu dalam Persaudaraan

Kegiatan kepramukaan, edukasi, budaya, hiking, dan kebersamaan.

Aug 16, 2026 - 14:04
 0  2
Al-Hira Scout di ITA JAMNAS XII 2026: Bertumbuh dalam Tantangan, Bersatu dalam Persaudaraan

TANA TORAJA — Semangat kepramukaan berkobar di Bumi Perkemahan To’bo’ne, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Gugus Depan Pramuka MTsN 1 Tana Toraja turut ambil bagian dalam Ikut Serta Jambore Nasional (ITA JAMNAS) XII Tahun 2026, yang berlangsung pada 13–16 Agustus 2026. Perkemahan bersama ini mempertemukan Pramuka Penggalang dari Kwartir Ranting Makale, Makale Utara, dan Makale Selatan dalam sebuah ruang belajar besar di alam terbuka. MTsN 1 Tana Toraja sendiri tercatat sebagai salah satu pangkalan peserta dari Kwartir Ranting Makale.

Mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, ITA JAMNAS XII tidak sekadar menghadirkan suasana berkemah, tetapi menjadi arena pembentukan karakter bagi generasi muda. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan persatuan, meningkatkan keterampilan dan kemandirian, sekaligus membangun kepedulian Pramuka Penggalang terhadap swasembada pangan. Semangat tersebut berpadu dengan motto Pramuka, “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,” yang menjadi jiwa dalam setiap aktivitas peserta.

Dalam perkemahan ini, MTsN 1 Tana Toraja membawa nama Regu Pramuka Al-Hira Scout dari Gugus Depan 01.035–01.036. Kontingen madrasah terdiri atas 10 Penggalang Putra dan 10 Penggalang Putri, sehingga sebanyak 20 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kelas VIII dan IX dengan tingkatan Penggalang Ramu, Rakit, hingga Terap. Kehadiran dua regu ini menjadi representasi semangat peserta didik madrasah untuk belajar, berkompetisi secara sehat, membangun persahabatan, dan menunjukkan karakter Pramuka yang disiplin serta bertanggung jawab.

Hari-hari di perkemahan pun jauh dari kata monoton. Peserta mengikuti beragam kegiatan mulai dari orientasi kelompok, festival budaya dan devile peserta, upacara pembukaan yang dirangkaikan dengan HUT Pramuka ke-65, jumpa tokoh, permainan persaudaraan, forum penggalang, hingga pentas seni. Setiap kegiatan menghadirkan pengalaman berbeda: ada saatnya peserta harus tampil percaya diri, ada saatnya mereka bekerja dalam regu, dan ada pula saatnya mereka berbaur dengan Pramuka dari pangkalan lain. Di sinilah perkemahan berubah menjadi ruang belajar yang tidak dibatasi dinding kelas.

Tantangan semakin menarik memasuki hari ketiga. Para peserta mengikuti Teknik Kepramukaan (Tekpram), wisata kuliner, serta wisata edukasi yang dikemas dalam kegiatan hiking. Malam harinya, suasana perkemahan mencapai salah satu momen yang paling berkesan melalui upacara unggun api dan pentas seni. Di bawah langit perkemahan, kebersamaan tidak lagi sekadar slogan. Disiplin, keberanian, kreativitas, kekompakan, dan kemampuan beradaptasi diuji melalui pengalaman nyata yang kelak menjadi cerita tersendiri bagi setiap anggota Al-Hira Scout.

Lebih dari sekadar keterampilan tali-temali dan kehidupan perkemahan, ITA JAMNAS XII juga membekali peserta dengan wawasan sosial dan pembentukan karakter. Rangkaian kegiatan mencakup keagamaan, olahraga, kebersihan dan ketertiban, permainan persaudaraan, karnaval budaya, kuliner Nusantara, forum penggalang, jumpa tokoh, hingga wisata edukasi. Peserta juga memperoleh kegiatan edukatif yang berkaitan dengan persoalan remaja. Dengan demikian, Pramuka hadir bukan hanya sebagai tempat belajar kecakapan lapangan, melainkan juga sebagai wahana mempersiapkan generasi muda menghadapi kehidupan secara lebih matang.

Kemandirian menjadi pelajaran yang benar-benar dipraktikkan. Tata tertib perkemahan mewajibkan peserta menjaga kebersihan diri, tenda, dan lingkungan; mengikuti seluruh rangkaian kegiatan; hadir tepat waktu; menjaga sikap sopan; serta bekerja sama dengan sesama peserta. Bahkan, peserta diwajibkan memasak makanannya sendiri, sementara pembina hanya diperbolehkan memantau aktivitas tersebut. Rutinitas sederhana inilah yang mengajarkan bahwa menjadi mandiri berarti mampu mengurus diri, menjalankan tanggung jawab, dan tetap peduli kepada orang-orang di sekitar.

Muh. Syahrir S. dan Susanty selaku pembina berharap semua personel mampu mengikuti setiap kegiatan dengan tertib sekaligus memperoleh nilai pendidikan dari pengalaman selama berada di bumi perkemahan.

Keikutsertaan Al-Hira Scout dalam ITA JAMNAS XII menjadi lebih bermakna karena mereka tidak berdiri sendiri. Perkemahan ini menyatukan pangkalan-pangkalan dari tiga Kwartir Ranting di Tana Toraja. Pertemuan tersebut membuka ruang bagi para Penggalang untuk mengenal teman baru, bertukar pengalaman, belajar menghargai perbedaan, dan membangun persaudaraan. Sejalan dengan tujuan kegiatan, pengalaman itu diharapkan mampu memperkuat persatuan, kepemimpinan, kepercayaan diri, tanggung jawab, keterampilan hidup, serta kepedulian terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.

Empat hari perkemahan akhirnya menuju penghujung pada Minggu, 16 Agustus 2026, dengan rangkaian kegiatan pagi, penyuluhan kenakalan remaja, anjangsana-anjangsini, dan upacara penutupan sebelum peserta mengucapkan “sayonara” kepada bumi perkemahan. Namun bagi Pramuka MTsN 1 Tana Toraja, yang berakhir hanyalah kegiatan di lapangan; pengalaman, persahabatan, dan pelajaran yang diperoleh akan tetap dibawa pulang. Al-Hira Scout kembali ke madrasah bukan sekadar membawa cerita tentang empat hari di bawah tenda, tetapi membawa semangat baru untuk menjadi generasi yang lebih mandiri, terampil, disiplin, kreatif, dan siap mengabdikan diri—Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0